YOGYAKARTA, TURAH BUDAYA – Komunitas Turah Budaya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan Pembinaan Komunitas Sejarah melalui program Sarasehan Budaya bertajuk “Dari Tugu ke Kotabaru: Dua Wajah Kota, Satu Ruang Belajar”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (14/10/2026) sebagai langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam pelestarian serta penyebarluasan nilai-nilai sejarah dan budaya Yogyakarta.
Turah Budaya sendiri merupakan komunitas sejarah dan budaya yang berfokus pada gerakan edukasi, penjelajahan cagar budaya, serta penguatan literasi sejarah lokal secara inklusif. Melalui berbagai kegiatan inovatif seperti sarasehan, diskusi publik, hingga heritage walk, komunitas ini aktif menjembatani narasi sejarah agar lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda.
Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, antara lain Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY, Drs. Ikhwan Nurwanta, M.Si., Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa, Sastra, dan Permuseum, Agus Suwarto, S.Sos., serta Kepala Seksi Sejarah, Rr. Titik Fatmadewi, S.Pd., M.IP.

Acara sarasehan diawali dengan penyampaian dari pihak penyelenggara. Pada kesempatan ini, Pandji Saputra, S.Pd., Gr., selaku salah satu Founder sekaligus Bendahara Umum Komunitas Turah Budaya, hadir memberikan sambutan mewakili Ketua Umum Turah Budaya, Brilliantoro Yusuf Ervanda, S.Pd., Gr., yang berhalangan hadir di lokasi acara.
Dalam sambutannya, Pandji Saputra menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas fasilitasi serta dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan DIY. Ia berharap kemitraan strategis ini dapat terus berlanjut melalui program-program kebudayaan yang berdampak luas.
“Sinergi bersama Dinas Kebudayaan DIY ini menjadi pemantik semangat bagi Turah Budaya untuk terus menghadirkan wadah edukasi sejarah yang inklusif, interaktif, dan aplikatif. Kami mengucapkan terima kasih atas fasilitasi yang diberikan. Kemitraan semacam ini diharapkan dapat berlanjut melalui program-program strategis kebudayaan selanjutnya, dan Komunitas Turah Budaya siap untuk terus bersinergi dengan Dinas Kebudayaan DIY demi merawat memori kolektif bangsa,” tegas Pandji.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY, Drs. Ikhwan Nurwanta, M.Si., dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Komunitas Turah Budaya dalam mengawal literasi sejarah. Beliau menegaskan bahwa keberadaan komunitas kebudayaan merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga warisan budaya dan mentransformasikannya menjadi ruang belajar publik.
“Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan terus berkomitmen memfasilitasi dan membina komunitas-komunitas sejarah agar lebih berdaya. Melalui ruang kolaborasi seperti sarasehan ini, kita berharap pemahaman sejarah tidak berhenti di ruang akademis saja, tetapi hadir dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat,” tutur Ikhwan Nurwanta.
Antusiasme tinggi tampak jelas sepanjang berlangsungnya sesi pemaparan dan diskusi interaktif. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari perwakilan guru sejarah jenjang SMA/SMK/MA se-Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul, serta jajaran dosen, mahasiswa, hingga murid SMA. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman mengajar di sekolah, serta mendiskusikan metode-metode baru dalam memanfaatkan lanskap cagar budaya Yogyakarta sebagai media pembelajaran yang hidup bagi peserta didik.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara penggiat kebudayaan dan pemerintah daerah senantiasa terjaga demi keberlanjutan pemajuan kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

