Admin

Pengurus Pusat Turah Budaya Gelar Malam Tirakatan Jelang Hari Lahir Komunitas Turah Budaya ke-3 Tahun 2022

Pengurus Pusat Komunitas Turah Budaya (Klaten, Jawa Tengah) melaksakankan kegiatan malam tirakatan dengan berziarah ke makam salah satu wali penyebar agama Islam di Kabupaten Klaten yaitu Panembahan Agung Maulana Mas serta Makam Bupati Pertama Klaten Kanjeng Raden Tumenggung (KRT.) Mangunnegoro menjelang peringatan Hari Lahir Komunitas Turah Budaya ke-3 Tahun 2022, Jumat malam (25/06/2022). Agenda tersebut

Pengurus Pusat Turah Budaya Gelar Malam Tirakatan Jelang Hari Lahir Komunitas Turah Budaya ke-3 Tahun 2022 Read More »

Lokakarya 1 – Pemajuan Kebudayaan Melalui Peran Aktif Komunitas Sejarah dan Budaya Menyongsong Abad Kedua Indonesia

Indonesia merupakan negara majemuk yang kaya akan kebudayaan dan sejarah. Namun, sekarang kita dihadapkan pada persoalan degradasi moral yang salah satu di antaranya disebabkan karena rendahnya minat generasi muda mempelajari sejarah bangsanya. Sejarah sering kali dianggap sebagai hal yang membosankan, kurang menarik, dan kuna. Seiring perkembangan zaman yang begitu pesat, minat generasi milenial dalam mempelajari

Lokakarya 1 – Pemajuan Kebudayaan Melalui Peran Aktif Komunitas Sejarah dan Budaya Menyongsong Abad Kedua Indonesia Read More »

Launching Logo Harlah Turah Budaya Ke-3 Tahun 2022 Mengusung Semangat Generasi Muda Milenial

Memasuki bulan Juni komunitas Turah Budaya memiliki agenda akbar yaitu peringatan hari lahir. Peringatan tersebut dilakukan setiap tanggal 26 Juni. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan harlah tahun ini sangat istimewa karena bersamaan dengan pelaksanaan serangkaian program pelestarian nilai budaya yang dilaksanakan oleh Komunitas Turah Budaya dalam program Fasilitasi Pelestarian Nilai Budaya Balai Pelestarian Nilai Budaya

Launching Logo Harlah Turah Budaya Ke-3 Tahun 2022 Mengusung Semangat Generasi Muda Milenial Read More »

Visi dan Misi

VISI Memajukan kebudayaan dan peradaban Indonesia yang berjiwa Pancasila, maju, dinamis, dan demokratis sebagai acuan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di era global. MISI Melindungi kebudayaan nasional sebagai upaya pencegahan serta penanggulangan gejala yang menimbulkan kerusakan, kerugian atau kemusnahan kebudayaan bangsa. Membuat inovasi dalam mengenalkan kebudayaan bangsa kepada khalayak luas. Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya peran

Visi dan Misi Read More »

Sejarah Berdirinya Turah Budaya

Sejarah berdirinya perkumpulan ini dimulai dari pelaksanaan Kemah Budaya Kaum Muda (KBKM) tahun 2019 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (21-25 Juli 2019). Turah Budaya saat itu masih memakai nama Tur’ah yang awalnya diusulkan oleh Nurvia Yuliastuti (salah satu anggota tim Tur’ah) dan menjadi salah satu peserta dalam KBKM

Sejarah Berdirinya Turah Budaya Read More »

Tentang Kami

Turah Budaya merupakan sebuah perkumpulan yang bergerak dalam bidang sosial kebudayaan. Perkumpulan ini lahir atas kesadaran bahwa dalam rangka pemajuan kebudayaan Indonesia memerlukan kontribusi nyata dari berbagai unsur di tengah perubahan zaman yang sangat cepat dewasa ini melalui upaya pelindungan, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan. Oleh karena itu, lahirlah gagasan untuk mendirikan sebuah perkumpulan bernama

Tentang Kami Read More »

Pemanfaatan Museum Gula Jawa Tengah Sebagai Sumber Belajar Sejarah

Sebagai sumber yang tak ternilai bagi pendidikan sejarah museum memberikan kemungkinan yang tak terbatas bagi peserta didik untuk dilatih ke arah “learning by observing” pada berbagai hasil karya dan prestasi masyarakat dan bangsa. Tanpa museum pendidikan sejarah tidak mungkin melakukan proses pendidikan “learning by observing” sedangkan kemampuan yang diperoleh dari “learning by observing” sangat penting

Pemanfaatan Museum Gula Jawa Tengah Sebagai Sumber Belajar Sejarah Read More »

Potret Busana Masyarakat Klaten Masa Kolonial: Studi Arsip Digital KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde) Tropenmuseum

Kerajaan-kerajaan Jawa, yaitu Surakarta (Solo) dan Yogyakarta (Yogya), lahir pada tahun 1755, dari dibelahnya Mataram Islam. Kerajaan ini pada abad ketujuh belas telah memegang hegemoni atas wilayah seluas hampir seluruh Pulau Jawa, demikian seperti dipaparkan Vincent J.H Houben dalam karyanya, Kraton dan Kompeni. Kondisi politik dan kepentingan penguasa kolonial saat itu, Vereedigde oost Indische Compagnie

Potret Busana Masyarakat Klaten Masa Kolonial: Studi Arsip Digital KITLV (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde) Tropenmuseum Read More »